IMG_7229-2

The Daddy’s connection//Pasya’s Peugeot 406

Awal perkenalan gw dengan Mas Pasya sang pemilik Peugeot 406 ini pada saat kumbar yang di conduct oleh om Helmi dari kedai built up.  Saat itu kita dari crew memang sedang mencari mobil berkonsep stance & lower style untuk liputan cruisin passion berikutnya.
Dari beberapa mobil yang kita amatin dari para line up mobil yang hadir saat acara kumbar,  gw dan Rama tertuju pada 1 mobil Peugeot berwarna coklat di barisan mobil berlogo “singa jingkrak” tersebut.  Pada saat itu Peugeot Pasya tampil dengan oz mito berdiamater 18 inch.

Sempat gw menanyakan nama pemilik Peugeot 406 tersebut ke salah satu temen kita Adjie dan akhirnya gw dapat alamat instagramnnya dari Adjie.  yess….Thank you adjie
And Finally setelah DM instagram dan kontak via whatsapp.   Kita making appointment untuk melakukan liputan,  Here we go the coverage;

Mas Pasya sudah bersama Peugeot 406 ini selama 6 tahun.  Yup…..karena mobil ini adalah warisan dari bokap.   Actually mas Pasya memakai mobil sepenuhnya mobil ini di 3 tahun terakhir.   Karena menurut mas Pasya, sang bokap berganti dengan mobil yang uniknya mobil yang dibeli bokap tetap plat form Peugeot.   “Bokap memang pengguna setia Peugeot, walau akhirnya saat ini peugot pengganti 406 ini sudah diganti lagi dengan mobil keluaran pabrikan jepang sebagai mobil hariannnya” ujar Pasya.   Dan dari sang bokaplah kecintaan Pasya terhadap merk pabrikan Perancis ini menurun juga.

Mobil ini awalnya berwarna silver sebelum dilakukan ubahan-ubahan oleh Pasya.  “Bokap membeli dari pemilik tangan pertama dan pemilik pertamanya adalah cewek “ tambah Pasya.

Ketika menerima 406, tentu saja sebagai  “anak mobil”  Pasya merasa kurang afdol jika 406 nya tampil dalam kondisi standar.  Dan tidak  berlama-lama setelah memakai sepenuhnya 406, langsung dilakukan sentuhan modifikasi.  Ubahan pertama kala saat itu adalah “menceperkan” 406 nya.  Setelah beberapa kali melakukan ubahan di sector kaki-kaki tersebut inilah set up  terakhir yang dirasa Pasya cukup puas dengan settingan kaki-kakinya.   Velg Workseeker CX diameter 18 inch dengan camber minus di roda belakang .

 

Detail dari ubahan kaki adalah sebagai berikut :

Coil spring aka per Honda crv di roda depan,  Menurut pasya dengan menggunakan per potong milik Peugeot tidak bisa mendapatkan gap antara fender dengan lips velg sedekat mungkin karena diameter coil sping atau per original Peugeot cukup besar, sehingga akan mentok jika di potong.  Selain itu kesulitan terbesarnya adalah karakteristik dari Peugeot adalah semakin di rendahkan ground clearance nya maka roda akan justru semakin pada posisi cambered plus dan bukan minus.  Pasya menyiasatinya dengan pemakaian pillow ball dan pembubutan pada shock absorber depan.

Coil spring mercy boxer pada suspensi belakang, dengan ubahan “dibengkek” dengan stabilizer dan arm yang dibengkokan untuk mendapat fitment cambered minus dengan cara dipanasin.

Repaint body dengan dengan warna roast gold.  Lucunya acuan warna coklat roast goldnya adalah mencontek dari warna i-phone!! …..(LOL).

Hal itu berawal dari kebingungannya Pasya ketika memilih warna untuk peugeotnya ketika naik cat.  Sampai akhirnya sang bokap nyeletuk  “ ya sudah pakai warna iphone itu saja”  (LOL)

Bumper lips, yang merupakan bumper lips universal yang banyak diperolah di accessories mobil.

Ducktail custom,

Tail pipe.

Untuk engine,  Pasya tidak melakukan rubahan apa-apa dan dibiarkan dalam kondisi standar.   Pasya sudah cukup puas dengan performa standar engine dari peugeot tersebut.   Menurut pasya salah satu yang diwaspadai pada Peugeot adalah sector cooling sytem yang memerlukan perhatian extra khusunya air radiator dan fan blower serta Freon yang harus terjaga dalam kondisi cukup dan tidak boleh kurang karena berpotensi untuk overheat.  Pasya sendiri pernah mempunyai pengalaman overheat ketika di toll dan akhirnya harus mobil harus ditowing keluar toll.

Di tahun lalu (2017) Peugeot ini harus turun mesin karena terlalu sering overheat, sekaligus menaikan kompresi.  Ya mas, mumpung lagi bongkar ya mas hehehe.

Interior,  Pasya tidak melakukan banyak ubahan,  hanya melakukan retrim jok, pilar AB dan juga laci dashboard.

Terakhir,

menurut Pasya yang merupakan challenge paling besar untuk set up low di Peugeot adalah tanki bensin yang rawan menyentuh tanah atau aspal.  Karena titik terendah dari mobil ini adalah pada tanki bensi.  Ditambah lagi bahan tanki adalah terbuat dari plastik, so pasti sangat rawan terjadi kebocoran jika posisi low dengan potensi gesekan tanki ke aspal dan tanah.

Ketika ditanya apakah masih ada lagi yang akan di upgrade ke Peugeot 406 nya,  Mas Pasya merencanakan untuk repaint lagi untuk refresh tampilan dan juga pemasangan sunroofWell….good luck ya mas.

That’s all folks.  Kindly find the pict coverage below

 

Article : Fauzi//Pict : Deni & Fauzi

 

<0>

watch also the video coverage

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *