IMG_0691

The Bavarian journey : Dior’s E30 cabriolet

Good day everyone,

Finally, we got opportunity to coverage for the first article in cruisin rides.

Dan our first sight adalah this bavarian ride.  Milik young man with excellent tasted dari kota hujan. Yes, the rare one BMW E30 convertible atau known as cabriolet type.  Besutan keluaran jerman tahun 1987 tersebut tergolong dalam legenda  di eranya.  Sebenernya gw sendiri sudah cukup lama membidik untuk liputan mobil ini. dan finally, got it,…thanks a lot bro dior untuk waktunya.

Dengan berkelir silver, E30 sangat menjadi magnet bagi orang-orang jika melihatnya. Dan storikal mobil ini rupanya cukup banyak effort yang sudah diberikan oleh Dior, mulai dari restorasi, hingga perburuan beberapa partnya.  Restorasi yang dilakukan mulai dari sisi dapur pacu dimana Dior menjejalkan engine yang masih dari satu spesies pabrikan jerman tersebut, engine M10 sukses tersemat di engine baynya.

Replace soft top hood dengan yang baru hasil hunting di beberapa negara

hingga yang small thing like instruction opening soft top yang tertempel di sun visor Dior dapatkan di junkyard Malaysia

Urusan undercarriage, rupanya Dior tidak ingin melakukan ubahan apapun di sektor suspensi,  “biar enak buat harian oom” begitu ujarnya.  Dan tidak mengikuti fitment set up yang sedang kekinian di car enthusiast Indonesia.  Yup,….I do agree with you bro hihihi just make it easy to drive and no rubbing on tyre.

Proses pengerjaan restorasi ini dilakukan di bengkel kepercayaannya di bilangin Depok.  Sorry, belum tersebutkan mengenai asal E30 ini, Dior mendapatkan E30 ini juga membeli dari owner sebelumnya juga di bilangan Depok.

Dengan konsep yang diambil as daily driven, Dior mencoba mengembalikan kondisi E30 seperti bone stock dari pabrikan.  Dan mengambil salah satu brand dari product after market kenamaan yang sesama jerman mengawinkan antara BMW dengan BBS (Baumgartner, Brand Schiltach).  Just cek this out BBS RS Rims keluaran jerman (as we know dats BBS untuk keluaran sekarang khususnya velg sudah dibikin di jepang) berdiameter 17 inch, yang Dior dapatkan dalam kondisi NOS. “I’m so lucky to got this ones” he said.

wheeling steer BBS 14 inch

dan tidak ketinggalan Emblem BBS

well well well…… For me its become stunning ride, anyway juga gw sempet menanyakan kenapa memilih BMW sebagai pilihan.  Dan Dior mengatakan “gw dari dulu sudah penyuka BMW,  dan ini adalah BMW ke 3 yang pernah gw miliki, sebelumnya  E21 berkelir orange dan E23 berkelir merah”. Alasannya lainnya yang disampaikan oleh Dior mungkin sama seperti kebanyakan euroenthusiast, sensasi cruising dengan besutan dari brand kenamaan jerman tersebut yang menjadikan Dior menjadi bimmers lovers dibanding dengan brand jepang.  That’s why I put that’s title…the Bavarian journey. 

Lets the chek the last coverage pict.

(article: Fauzi/photo :Fauzi&Deni) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *