DSC09815

Stay in Low// Tanto’s Grand Livina

Good daya Mate,…

Semoga para pembaca yang masih ada buka dan baca-baca website ini dalam keadaan sehat semua ya…  as we know that covid case getting higher recently…  semoga segera membaik bumi indonesia kita.

its been while.. gw nulis lagi article di website.  So sorry…. karena alasan classic (sibuk hehehe) baru sekarang lagi nulis di website.  langsung yuk..

kali ini gw getting closer with my old friend’s ride.   Ini temen gw lamaaa banget… semasa masih di klub mobnas onoh membangun FOW barsama dengan temen-temen.

inilah grand livina lansiran tahun 2010,

Tanto sendiri sudah 4 tahun memiliki grand livina ini.  Grand livina ini pengganti dari Hollic si mobil timor miliknya yang dulu pernah “memecahkan rekor” karena sold dengan angka yang amat sangat lumayan pada saat itu.  No wonder, karena timor yang berdandan NY cabs AKA taxi ala New York tersebut cukup famous di timor enthusiast karena beberapa kali menyabet trophy di beberapa ajang kontes.

dan akhirnya MPV dari Nissan ini lah yang dipilih oleh Tanto.   Satu hal yang gw notice dari seorang Tanto adalah ; low car freak.   Gak heran,  Grand livina yang notabene terlahir sebagai mobil 7 seater keluarga ini pun di “babat” juga mengikuti gaya kesukaannya yaitu ceper.

 Tanto mostly hanya bermain di sektor undercarriage untuk ubahan pada grand livinanya.  Sudah beberapa velg yang pernah di fitting di grand livinanya.  Update terakhir menggunakan velg BBS berukuran 17 inch.

untuk suspensi, Tanto masih setia dengan suspensi staticnya.  dengan menggunakan coil over sudah dirasa paling cocok untuk bisa mendapatkan setup fitment terbaik.

Mobil ini adalah mobil daly driven yang menemaninya tiap hari rutinitas keseharian dari rumah menuju tempat kerjanya di bilangan Bekasi Barat.

Ketika gw tanya kenapa tetap setia dengan gaya lowered carnya,  dengan meyakinkan Tanto menjawab  : karena jiwanya static (LOL).   Beda dengan gw yang alkhirnya memutuskan pindah haluan dari lowered car menjadi cingkrang dengan gaya rally look (LOL), dikarenakan pertimbangan susah untuk masuk ke komplek perumahan yang gw tinggal.

Salut sih dengan kesabarannya tiap hari pulang pergi dari komplek perumahannya ke tempat kerja dengan set up seperti ini.   Dan Grand livina ini juga sudah beberapa kali diajak melakukan road trip mudik ke Solo bersama keluarga dan fully loaded dengan barang-barang bawaan mudik.

Untuk sektor lainnya Tanto tidak begitu massive dalam melakukan ubahan, hanya sedikit touch up pada audio dan selebihnya hanya accesories standar yang di sematkan ke grand livinanya

seperti selayaknya para pecinta lowered car, suka duka dari mobil ceper tentunya lebih banyak duka di sektor bagian bawah mobil (chasis, bumper dan kaki-kaki) yang lebih rentan terhadap kerusakan.   Tapi hal tersebut yang dijadikan suatu “seni” bagi pecinta lowered car.   Dengan suspensi rigid dari coil spring yang static, dan bunyi rubbing fender ke ban serta bunyi gasruk chasis ataupun lower arm ketika melewati speed bump AKA polisi tidur merupakan hal yang lumrah bagi pecinta lowered car.  “gak gasruk gak asik”  mengutip dari salah satu jargon lowered car enthusiast.

Saat ini Tanto masih aktif di komunitas kechot autoclub yang berbasis di kota Bekasi.   Yang gw tahu pasti memang sudah menjadi salah satu passion dari Tanto untuk berkomunitas bersama para pecinta otomotif dan car enthusiast.

Sedikit kembali ke masa lalu, ketika gw masih aktif di FOW bersama Tanto, Tanto ini salah satu punggawa FOW yang sangat antusias dan sejujurnya gw dulu sangat berharap banyak ke dia untuk meneruskan kiprah FOW setelah gw tidak aktif lagi di FOW.

Hingga saat ini Kechot auto club masih eksis di komunitas mobil di Bekasi dan memiliki cukup banyak member dari sekitar kota Bekasi.

Gw sendiri secara pribadi sangat apreciate dan respect atas konsistensi seorang Tanto dalam kiprah dan passionnya terhadap grand livinanya ini dengan gaya lowered nya, juga dengan kiprahnya membangun komunitasnya yang hingga saat ini masih eksis.  Tentunya tidak mudah dalam membangun serta menjaga kekompakan kumpulan orang-orang dalam suatu komunitas.

Untuk kedepannya Tanto masih tetap akan setia dengan setup grand livinanya ini, karena menurutnya gaya yang paling cocok di aplikasikan ke grand livina adalah gaya lowered car.   Tanto pernah mencoba mengubah menjadi gaya JDM, tetapi dikembalikan lagi ke lowered car seperti semula.

Next mo ganti velg lagi mungkin? …………….. bisa jadi,  kita tunggu saja

Keep up the good work mate…..& keep the spirit alive.

thank you om Tanto untuk good time nya ngobrol-ngobrol cerita mengenai grand livinanya

 

Article & pict : Uzhie

 

Bonus pict :

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *