IMG_4105-2

National Pride Loyality//Akhmed Ken’s Timor Station Wagon

Good Day again mates,

 

1st…. Happy New Year to All, semoga tahun baru 2020 menjadi tahun pengharapan yang jauh lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Well this is our 1st article di tahun 2020. but actually, it was postponed article.

Pada Mid November 2019 lalu, Deni secara kebetulan melakukan road trip dalam rangka dinas instansinya ke Semarang Jateng.  Pada saat moment itu sekalian meet up dengan Akhmed Ken yang akrab dipanggil Om Ken yang sejatinya adalah our good fellas dari zaman “perjuangan”  (no need to tell the detail hahahah).   Dan as we know for sure, om Ken yang seorang “die hard” timor enthusiast sekarang memiliki tunggangan baru (sudah lama sih sebenernya) yaitu timor yang sebenernya sih bisa dibilang rare car, walau sejatinya menurut storikal yang ada, di bangun oleh karoseri lokal.  yes, timor station wagon.

Sekedar mengenang memori,  secara jujur….. gw dulu (di sekitar tahun 2015)  sempet (sampe sekarang) pernah sangat mengidolakan mobil jenis station wagon.   Karena menurut pendapat pribadi gw sendiri, station wagon itu berkesan mobil “eropa” banget.   Dan sampe terbayang dalam khayal, jika gw punya station wagon, gw pengen punya warna putih,  suspensi standar jangan diapa-apain,  gw colok velg putih entah itu compomotive piring atau enkei compe, RCG etc dan pake roof box diatas warna putih, white sitting on white,  kaca bening, krey kaca belakang classic,  jok recaro LX  wuaaaaaaaaaa………(khayalan manis hahahaha).  Ya mungkin someday bisa jadi kenyataan, namanya juga berkhayal bebas saja (LOL)

oke deh, back to timor station wagon ini.   Om ken ini as my previous mention, sebelum punya timor SW ini, pernah mempunyai timor sedan yang cukup lama dimiliki dan di bangun.  Yang kemudian dia memutuskan untuk menjualnya dan akhirnya memilih meminang timor jenis SW.  timor SW warna telor asin ini sebenernya buat gw bukan mobil asing, karena mobil ini punya story yang cukup panjang.  Dulu dimiliki om Dani Legon (also one of my good friend) di Bogor, kemudian berpindah tangan ke Candra yang dimana aslinya berasal dari Semarang namun sering mondar-mandir ke Jakarta berkaitan dengan aktifitas pekerjaannya.

dan short story, timor SW ini berpindah tangan ke Om Ken pada medio February 2018 lalu.  di tangan om Ken ini, yang gw lihat tidak banyak perubahan yang dilakukan.  Dan karena memang dasarnya orangnya ini superb pendiam,  sehingga gw juga kesulitan mengorek-ngorek mengenai cerita timor SW ini dan passionnya terhadap timor SW ini (LOL).

so, gw hanya dapat tidak terlalu banyak cerita mengenai timor SW ini dari sang ownernya.  dan coba gw detailkan mulai dari luar nya ya.

Velg om Ken mengganti velg bawaannya terdahulu dengan Arbet berdiameter 17 Inch

dengan suspensi yang masih standar dipertahankan.  dan untuk interior,  sepasang Jok Recaro LX dipasang mengganti Jok standar bawaan pabrikan

Dan,….ini yang salah satu jadi favorit gw. yaitu stirnya diganti dengan Nardi wheeling steer seri wood

Seperangkat Audio di jejalkan di bagasi belakang.

dengan cargo net. niceee one!!

dan one thing for sure, barang berikut ini gw tahu banget karena belinya di Jakarta. yaitu roof box, karena waktu om Ken ke Jakarta untuk beli barang ini sempat meet up dengan gw di salah satu hotel bilangan jakarta timur tempat doi menginap.

but,….unfortunatelly saat dilakukan fotosesi ini, roof box whale nya sedang di posisi tidak dipasang.  jadi tidak melihat tampang aslinya ketika bergaya ala touring dengan roof box diatas (sama seperti gaya mobil SW yang pernah gw khayalin hahahaha).

dan, damnnn…..this is also one of my dream :  krey ala klasik kaca belakang AKA rear windows blind dipasang di kaca belakang.

believe or not, mobil timor SW ini sepertinya hampir mendeskripsikan apa yang pernah gw khayalin tentang mobil SW.

dan ketika gw coba korek lagi sang owner,  next plannya apalagi yang akan dilakukan terhadap timor SW nya, om Ken secara singkat (seperti biasa, pelit berkomentar hehehe) menjawab ; velg Arbet yang akan direncanakan untuk di ganti lagi.

Thats it cerita timor station wagon dari central java capital, Semarang.   Oh iya, satu hal lagi yang gw komen mengenai sang Owner,  Om Ken ini secara jujur gw acungin jempol dan salut.  dibalik sifatnya yang sangat pendiam, gw tahu banget kalo dia sangat intens memperhatikan,menyimak dan learning mengenai update car culture, gaya-gaya modifikasi baik dari komunikasi via medsos. dan gak pake gembar-gembor tiba-tiba dapet barang ini dan itu (velg lah,  roof box lah dsb dsb)

Keep up the good work om Ken,….  keep up the spirit from central java!!!

berikut foto-foto lainnya yang sudah di capture.

 

Article : Fauzi; Pict : Deni

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *